Berangkat Haji 1437 H, Bagian Ke 3

Sabtu tanggal 10 September 2016 atau bertepatan 8 Dzulhijjah 1437, yang pemberitahuan awalnya bada Ashar akan ke Arafah, ternyata jam 9 pagi jamaah harus sudah mulai berangkat ke Arafah. Tas Sedang pun dibawa, diisi dengan pakaian ihram, baju, kain, alat mandi, masker, dan semprotan air. Walaupun dianjurkan memakai masker, namun saya meninggalkan itu karena takut mengurangi keafdhalan dalam berhaji. Hotel di kawasan 55, lokasi Arafah pun di kawasan 55, semua dari Asia Tenggara. Tendanya kecil, dengan fasilitas kipas angin dengan blower air dan beralaskan karpet, rombongan Al Hamidiyyah datang terlambat, sehingga hanya bisa mengisi ruang sempit, berbagi dengan jamaah yang sudah datang lebih awal. Wukuf bertepatan dengan hari Ahad, siang hari panas mencapai 52 derajat celcius. Jamaah dipimpin doa dan dzikir selama wukuf. Alhamdulillah saya mengkhatamkan AlQuran saat datangnya Adzan Dzuhur di hari Arafah.

Jpeg

Di dalam Tenda Di Padah Arafah

 

Setelah dzikir, doa, dan khutbah Arafah. Jamaah menyibukkan diri dengan dzikir dan doa, di waktu dan tempat yang mustajab ini. Hingga terbenamnya matahari di hari Arafah. Setelah shalat Magrib dan Isya yang dijamak, sekitar jam 8 malam datang bus yang mengantarkan jamaah ke Mudzdalifah untuk mabid -bermalam- di sana. Mencari batu kerikil untuk melempar jumrah di hari tasyriq. Jumlahnya minimal 70 batu. 7 + 21 + 21 + 21 batu untuk tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Setelah lewat tengah malam -masih dalam keadaan memakai kain ihram- jamaah beristirahat sambil menunggu giliran diangkut oleh bis yang telah disediakan. Rombongan naik bus ke Mina di nomor 55. Sampai di Mina menjelang Subuh. Alhamdulillah tendanya semi permanen dan Ber AC. Lebih luas dan lebih nyaman dibandingkan yang ada di Arafah. Makanan, minuman banyak tersedia. Ada disiapkan air panas, air es, jus kotak, dan buah-buahan. Toilet untuk mandi yang terkendala dengan antrian yang agak panjang. Di waktu pagi, setelah Dzuhur, dan sore hari antrian bisa mencapai 10 orang lebih untuk tiap toilet yang tersedia. Sebagian besar jamaah berangkat di waktu dhuha untuk melempar jumrah yang pertama di jumrah Aqabah dengan 7 lemparan batu saja.

Jpeg

Toilet di Padang Arafah

Dan setelah melempar jumrah mereka memotong rambut, dan sekembalinya bisa berganti dari pakaian ihram ke pakaian biasa. Rombongan KBIH Al Hamidiyyah berangkat sore hari. Lalu kembali lagi ke tenda. Jamaah yang kurang sehat dibadalkan oleh jemaah yang sehat. Dan ada jamaah yang memakai kursi roda dengan sewa 500 SAR untuk didorong ikut lempar jumrah.

Sebagian besar jamaah haji memilih Nafar Awal, sehinggal bus dan jalan ke Mekkah sangat padat, macet, dan lama. Sedangkan rombongan kami diputuskan untuk Nafar Tsani, tanggal 13 Dzulhijjah hari Kamis pagi berangkat kembali ke Hotel. Tenda Mina sudah hampir kosong, bus tersedia, dan perjalanan dari Mina ke Hotel sangat cepat. Sampai di hotel jamaah beristirahat dan memperbanyak ibadah. Semua baju dan kain ihram dicuci, karena bau sampah yang menyengat di kawasan Mina. Untuk Tawaf Ifadah diputuskan jumat malam setelah shalat Isya. Dan

Jpeg

Suasana Mina di Malam Hari

Tahalul. Alhamdulillah selesai sudah semua rangkaian ibadah haji. Semoga Haji saya dan seluruh rombongan diterima oleh Allah SWT. Aamiin.

Gelombang I yang ada di Hotel satu-satu pergi meninggalkan Mekkah untuk pulang ke Tanah Air, tambah lama hotel semakin sepi. Sedih dan bahagia melihat kepulangan mereka ke Tanah Air, bisa berjumpa dengan keluarga dan sanak famili disana. Sedang kami haji Gelombang II, pulang ke Tanah Air masih lama. Waktu yang masih lama ini saya manfaatkan untuk melakukan umrah sunnah. Seringnya pagi hari, saya naik bus shalawat ke Masjidil Haram. Dari Masjidil Haram naik bus bayar 2 SAR, sampai ke Tan’im. Niat ihram di sana, lalu naik bus lagi untuk menuju Masjidil Haram. Lalu melaksanakan rangkaian ibadah umrah. Setelah selesai, menunggu datangnya waktu Dzuhur. Shalat Dzuhur berjamaah lalu kembali ke Hotel. 7 kali umrah sunnah terlaksana.

Program dari KBIH ada city tour ke Jeddah dan ke tempat pemotongan hewan untuk membayar dam.

p_20160926_173031_eff

Masjid Terapung, Jeddah

Tanggal 26 September 2016, rombongan ke Jeddah. Busnya (gak ada yang bagusan apa) sangat sederhana, menuju Jeddah kira-kira 100 km dari Mekkah, dengan jarak tempuh 1.5 jam perjalanan. Berangkat bada Dzuhur, menuju masjid terapung, shalat Ashar, istirahat dan makan di sana. Dilanjutkan ziarah ke Kuburan Siti Hawa, Masjid Qishas, dan Pusat Perbelanjaan Al Khornis. Di pasar ini terdapat bakso Si Doel yang terkenal, namun sudah berganti nama menjadi Bakso Mang Udin.

Sembilan hari sebelum selesai perjalanan Haji, rombongan semua ke Madinah Al Munawwarah. Kota Nabi Muhammad. Kota pemancar Hidayah ke suluruh dunia. Kota yang tidak bisa dimasuki oleh Dajjal, dan orang yang berniat jahat akan dihancurkan oleh Allah. Kotanya kaum Anshar. Kota dimana jasad Nabi berada.

 

 

 

 

 

Senangnya bisa ke Madinah lagi.

Jpeg

Makana Takjil untuk berbuka puada

Sampai di Madinah malam hari menjelang Shalat Isya. Saya segera ke Masjid Nabawi, untuk ziarah ke makam Rasulullah dan mulai Arbai’in dari shalat Isya berjamaah di Masjid. Alhamdulillah sampai sebelum kembali ke Tanah Air bisa shalat 41 kali berjamaah di Masjid Nabawi.

Senangnya berada di Masjid ini. Banyak penziarah dari penjuru dunia ada di Masjid ini. Ada banyak majlis dan halakah disini. Setiap bada Subuh dan Maghrib ada ceramah agama dalam bahasa Indonesia yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja. Ada halakah Tajwid buat non Arab, untuk membenarkan bacaan Al Fatihah dan surat-surat pendek. Ada kajian hadits dalam bahasa Arab. Ada kajian fikih, yang uniknya dibahas fikih dari 4 madzhab yang dahulu tidak pernah terdengar dimasjid ini. Pintu masjid terbuka 24 jam, walau pada tengah malam hanya Babus Salam yang dibuka. Ada majlis belajar Al Quran buat anak-anak dan ada majlis setoran hafalan Al Quran.

Air Zamzam tersedia di tiap sudut masjid. Dan Awal Muharram disediakan Takjil untuk berbuka puasa sampai 10 Muharram.

Rombongan mengadakan city tour ke Jabal Magnet dan Masjid Quba untuk shalat Dhuha di dalamnya..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s