Berangkat Haji 1437 H, Bagian 2

Lobby Hotel Grand Al Aseel, Makkah.

Lobby Hotel Grand Al Aseel, Makkah.

Sedikit lega rasanya, jamaah sudah bisa membuka kain ihramnya. Maklum belum terbiasa dan harus melepas celana dalam. Setelah shalat subuh rombongan Al Hamidiyyah kembali ke Hotel. Setiap selesai shalat fardhu, ribuan jamaah keluar menuju hotelnya masing-masing. Bagi jamaah yang mau menggunakan bus shalawat terpaksa mengantri panjang sebelum bisa menaiki bus. Terdapat ruang-ruang antrian yang bisa dibuka tutup oleh askar Saudi agar penumpang yang akan naik bus tidak terlalu penuh. Sebagian teman punya trik untuk bisa naik bus lebih awal. Biasanya dia akan shalat jamaah di bagian terluar dekat dengan terminal dan selepas shalat langsung menuju terminal untuk menghindari antrian panjang.

Hari selasa bertepatan dengan 6 September 2016 M dan 4 Dzulhijjah 1437 H. 4 hari lagi menjelang pelaksanaan haji. Ada imbauan dari petugas haji agar jamaah haji Indonesia tidak memaksakan diri pergi ke Masjidil Haram dan menjaga kesehatannya. Bus shalawat juga tidak beroperasi sejak tanggal 7 sd 15 September 2016 untuk menghindari kemacetan di musin haji. Katering juga berhenti sementara dan akan kembali dapat makan setelah proses Armina sebanyak 12 hari. Oleh karena itu sebagian besar jamaah kloter JKS 66 melaksanakan shalat fardhu dan sunnah di masjid Hotel atau masjid yang berada 50 meter dari Hotel. Untuk makan jamaah beli di depan hotel ketika sarapan pagi dengan harga rata-rata 5 real per porsinya atau di restoran Hotel di lantai M dengan harga 10 – 12 real per porsinya. Kalau mau ke Masjidil Haram terpaksa naik Taxi dengan harga 20 – 50 real per taxi atau berjalan kaki. Waktu jumat, 9 September 2016 ada jamaah yang jalan kaki ke Masjidil Haram untuk shalat Jumat di sana, dan ketika akan pulang harga Taxi menjadi 300 real, sehingga mereka pun harus berjalan kaki kembali untuk kembali ke Hotel.

Untuk mensiasati kosongnya katering jamaah wanita biasanya sudah membawa bekal beras, indomie, kecap, bumbu dapur, abon sapi, dan membeli rice cooker di Makkah sehingga bisa masak disana dan dapat mengurangi belanja makanan yang agak mahal.

Bus Shalawat

Bus Shalawat

Rabu, 7 September 2016 pagi-pagi sekali, ziarah Armina. Dengan satu bus rombongan Al Hamidiyyah ziarah ke Jabal Tsur yang di atasnya terdapat gua dimana Nabi Muhammad dan Sahabatnya Abu Bakar ra bersembunyi dari kejaran pembunuh bayaran kafir Quraisy, lalu dilanjutkan ke Jabal Rahmah di Padang Arafah. Bus kami datang pertama kali, suasana pagi masih sepi hingga bisa lebih menikmasi dengan hikmat tempat pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa. Melihat tenda-tenda yang akan digunakan. Akses ke Mina ditutup kerana 3 hari lagi sudah prosesi haji dan puncak haji di Arafah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s