Berangkat Haji 1437 H, Bagian 1

Kabah, Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah.

Kabah, Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah.

Waktu yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Setelah menunggu 5 tahun, dari Mei 2011 hingga bisa berangkat pada 2016. Hari Jumat, 2 September 2016 kumpul di KBIH Al Hamidiyyah, disambut dengan hujan deras sepanjang perjalanan yang menyebabkan macet. Mertua, kakak Ipar -Mba Henny-, Ibu, Istri, dan anak-anak tercinta turut serta melepas keberangkatan. Walau dengan berat hati, tapi ini semua karena Mu Ya Allah.

Di Al Hamidiyyah diadakan acara pelepasan, dengan diiringi tausiyyah dan doa, agar semua bisa menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dan selamat hingga tiba di tanah air kembali. Setelah Isya, rombongan berangkat ke Balaikota Depok, berkumpul dengan rombongan lainnya yang satu Kelompok Terbang (Kloter) yang berjumlah 450 jamaah. Selanjutnya rombongan berangkat ke pemondokan haji Bekasi.

Di embarkasi Bekasi, jamaah di beri gelang Haji, gelang kesehatan yang berwarna kuning dan merah, uang pengganti pembuatan passport sebesar Rp 355.000,-, uang living cost sebesar 1.500 Saudi Arabia Real, passport, dan obat-obatan. Menginap di gedung dan kamar yang telah ditentukan, diberi makan dan snack, dan esok harinya (3 September 2016) dari embarkasi serelah melewati pemeriksaan imigrasi, jamaah berangkat ke Bandar Udara Halim Perdana Kusuma dengan forwarder -Ada Wagub Jawa Barat, Bapak Dedi Mizwar dan Isteri di Kloter JKS 66- sehingga perjalanan semakin lancar dan langsung menuju pesawat Saudi Airlines yang telah menanti.

Satu per satu jamaah menaiki pesawat, duduk sesuai dengan pembagian tempat duduk yang telah diatur, lalu pesawat pun berangkat. 9 jam perjalanan. Setelah 8 jam awak pesawat memberitahu keberadaan pesawat telah di atas Yalamlam, sebagian jamaah mulai mengenakan kain ihramnya dan berniat, sebagian lagi, termasuk KBIH Al Hamidiyyah menunda hingga sampai di Bandar Udara King Abdul Aziz, Jeddah, untuk mandi, memakai kain ihram, niat, dan shalat sunnah ihram. Pesawat sampai jam 1 pagi waktu KSA. Menunggu sampai tiba waktu subuh untuk shalat berjamaah dan mulai mengantri di imigrasi KSA. Tidak putus-putusnya jamaah haji tiba di Bandara dari seluruh dunia. Antrian panjang di imigrasi memaksa jamaah menunggu sampai dengan 3 jam. Satu persatu jamaah di foto, sidik jari, dan diperiksa kelengkpan dokumennya di belasan booth imigrasi yang disediakan.

Jam 10 jamaah naik bis, saya rombongan 3 regu 9. Ketua rombongannya Bapak Haji Umar dan Ketua regunya Bapak Haji Hasanudin Shantara. Di Bandara saya mandi, memakai kain ihram, niat, dan shalat sunnah ihram. Ada 10 bis untuk kloter JKS 66, tiap bis berisi satu rombongan 45 jamaah dan 5 regu. Jamaah diberi nasi katering yang enak rasanya, buah-buahan, dan minuman. Di jalan bis berhenti di terminal haji, diberi air zamam kemasan kecil yang segar rasanya. Setelah lebih setahun akhirnya saya nikmati kembali kelezatan dan keberkahan air zamzam. Setengah jam berikutnya bis sampai di pemondokan. Hotel Grand Al Aseel, di maktab 55, daerah Mahbas Jin, Aziziyyah Janubiyyah. Hotel yang megah, masih baru, terawat, dan bersih. Saya menempati kamar 1770 di lantai 7 dengan Pak Haji, Umar, Hasan, Rajikan Rusdi, dan Saya sendiri. Ada fasilitas masjid di Lantai PR, restoran khas masakan Indonesia di lantai M, dan toko-toko suvenir, dan keperluan sehari-hari. Ada Wifi, air panas, teh gula kopi, kulkas, WC duduk dan nongkrong, handuk, alat mandi, dan mesin cuci.

Jarak dari hotel ke Masjidil Haram kira-kira 2,7 km. Pemerintah Indonesia menyediakan mobil shalawat untuk jamaah bisa ke masjidil haram. Bus No 3 sampai terminal Mahbas Jin, lalu disambung dengan bis yang ke Masjidil Haram.

Haji saya haji Tamattu, yang mewajibkan membayar Dam (denda) berupa pemotongan satu ekor kambing atau domba, atau denda dengan berpuasa 3 hari di Makkah dan 7 hari setibanya di tanah air. Tanggal 5 September 2016, hari Senin malam, jam 10 rombongan berangkat untuk melaksanakan umrah wajib atau sunnah bagi yang telah pernah berumrah sebelumnya. 55 orang KBIH Al Hamidiyyah berangkat dengan bus shalawat, dan memulai Tawaf di lantai paling atas Masjidil Haram. Dengan pertimbangan penuhnya jamaah Haji dan banyak jamaah yang sudah tua. Jauh jarak tawafnya, menguras tenaga, tapi bahagia bisa sampai di rumah Mu Ya Allah. Melihat Kabah, Tawah 7 kali, Sai antara bukit Safa dan Marwah, dan Tahallul (memotong rambut). Jam 2 malam seluruh prosesi sudah dilaksanakan, jamaah tetap menunggu beriktikaf hingga tiba waktu subuh. Saat itu saya niat puasa, perut belum diisi dari siang, malam, dan sahur pun hanya meminum air zamzam dan sedikit biskuit pemberian teman. Lapar. Tapi saya adalah tamuMu Ya Allah. Saat terduduk setelah shalat malam di Masjidil Haram saya tertidur, dan bermimpi disuapi makanan. Dan Alhamdulillah puasa dihari itu tak terasa haus dan lapar hingga berbuka. Bersambung ke Bagian 2….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s