Kemunafikan Versi 2.0

Aneh, istilah agama suka disalah artikan. Orang taat sering dikatakan munafiq, sedangkan orang yang memperturutkan hawa nafsunya tidak dibilang munafiq. Munafiq adalah orang yang mulutnya bersyahadat namun hatinya tidak. Perbuatannya biasanya mengikuti keadaan. Jika dikalangan orang shalih ia terpaksa shalih, kalau ia di kalangan ahli hawa nafsu ia akan bilang kalau ia cuma pura-pura saja ikutan shalih. Orang seperti ini sangat dibenci Allah. Nerakanya lebih dalam dari para musyrikin dan penyambah berhala. Allah melarang orang beriman untuk menshalatkan jenazahnya. Namun kita tidak tahu apakah ia munafiq atau bukan. Sebaiknya kita berbaik sangka dan lihat kebaikan yang ada pada dirinya sekecil apapun. Huzaifah ra. adalah seorang sahabat Nabi yang berjuluk ‘Pemegang Rahasia Nabi’. Nabi memberitahu kepadanya orang-orang munafiq yang ada di Madinah. Ketika ada jenazah yang wafat Umar akan lihat Huzaifah dulu. Kalau Huzaifah menshalatkan jenazahnya maka Umar pun ikut shalat jenazah. Namun jika Umar lihat Huzaifah tidak menshalatkan jenazah maka Umar pun tidak ikut shalat jenazah.

Ciri umum munafiq adalah:

  1. Jika berkata ia berdusta.
  2. Jika berjanji ia mengingkari, dan
  3. Jika diberi amanah ia berkhianat

Ciri lainnya adalah:

  1. Berat untuk shalat Isya dan Subuh berjamaah di masjid
  2. Mengajak kepada yang mungkar dan melarang orang berbuat baik, dengan perkataan, perbuatan, dan dengan kuasanya.
  3. Sedikit berdzikir kepada Allah.
  4. Tidak ada niat memperjuangkan agama.
  5. Senang dengan kehancuran umat dan agama Islam.
  6. Berkelit jika diajak untuk berjihad di jalan Allah.
  7. Tidak yakin dengan khazanah Allah.
  8. Suka mencela orang berbuat baik.
  9. Tidak yakin bahwa Izzah (kemuliaan) hanya dalam taat kepada Allah dan mengikuti Nabi-Nya.
  10. Jika dilihat orang ia akan rajin berbuat baik, namun jika tidak ada orang ia akan malas.

Semua orang shalih sangat takut jika pada dirinya masih terdapat sifat ini. Abu Bakar pernah keluar dari rumahnya dan mengatakan, “Abu Bakar seorang munafiq” secara keras dan berulang-ulang, sehingga sampai bertemu dengan Rasulullah saw. Dan bercerita, Ya Rasulullah saya jika berada di dekatmu, Syurga dan Neraka seperti di depan mata, saya takut kepada Allah, namun ketika saya kembali ke rumah bayangan dan perasaan itu tidak ada lagi. Nabi menghibur dengan mengatakan bahwa Abu Bakar bukan seorang munafiq, jika saja engkau bisa menjaga keimananmu seperti ketika engkau dekat dengan aku dimanapun, maka seluruh malaikat akan menjabat tanganmu.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s