Pencucian Uang

Seorang shalih diberi uang orang seorang Jenderal sebesar 100 juta. Uang tersebut diterima karena ada anjuran dari Nabi Muhammad untuk menerima pemberian yang yang tidak diharapkan dan untuk menyenangkan hari pemberi. Sesampainya di rumah, diberitahu kepada isteri tercinta akan pemberian uang sebesar 100 juta tersebut. Namun isterinya bertanya, “Apakah uang ini halal bang?” Suaminya tersentak, walau tidak mengetahui pasti asal uang tersebut diperoleh Jenderal dengan halal atau tidak namun keraguan membuatnya tidak mau menggunakan uang tersebut. Akhirnya mereka berdua sepakat untuk membagi-bagikan seluruh uang tersebut tanpa mengambil sepeser pun.

Uang yang tadinya ‘haram’ pun, akhirnya jadi halal untuk para penerimanya. Seringkali pencari uang dengan cara haram tapi ingin hartanya bertambah dengan cara, memberi santunan kepada anak yatim, orang miskin, shalihin, maupun ke tempat-tempat ibadah. Namun karena sumbernya yang haram menyebabkan dirinya tidak menerima pahala atas sedekahnya dan tidak membuatnya semakin dekat dengan Allah. Teringat kisah seorang kaya yang bersedekah kepada orang shalih yang zuhud. Setelah memberi uang kepada orang shalih, orang shalih tersebut bertanya kepada orang kaya, “Apakah dengan pemberian sedekahmu ini kepada saya, kamu berharap hartamu semakin bertambah?” “Iya” jawab orang kaya. Kalau begitu yang miskin itu adalah kamu bukan saya, kamu lebih berhajat terhadap uang ini dibanding saya. Ini, ambil sedekahmu kembali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s