Negara Tanpa PAJAK

Kalau penjajah mengambil sumber daya alam Indonesia dan memajak pribumi, apa bedanya dengan pemerintahan setelah merdeka. Segala aspek kehidupan telah dikenakan pajak. Semakin warga negara terjerat oleh pajak semakin baik kinerja Dirjen Pajak.

Mengambil Sumber Daya dan Memajak

Mengambil Sumber Daya dan Memajak

Yang ada dipikiran saya mungkinkah negara tanpa pajak? Saya rasa mungkin.

Kalau mau dianalogikan negara ini bagaikan seseorang yang memiliki lahan yang luas. Lalu lahan itu dikelola oleh penggarap. Setelah panen penggarap mengambil seluruh hasil panen dan meminta upah juga kepada pemilik lahan. Siapa yang PINTAR (baca: licik) siapa yang BODOH?

Dirjen Pajak

Dirjen Pajak

Seluruh penduduk Indonesia adalah pemilik lahan. Lahan yang sangat kaya dengan hasil hutan, hasil tambang, rempah-rempah, dan hasil perkebunan. Penggarapnya adalah pemerintah. Setelah diberi hak untuk mengelola seluruh sumber daya namun pemerintah masih memajak belum lagi pungli, bahkan yang lebih menakutkan korupsi dan menjual sumber daya dengan murahnya ke negara asing. Sewajarnya kerja sama ini menguntungkan pemilik lahan. Pemilik lahan di sepenuhi segala kebutuhannya dari sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s