Nasib Penabung di Bank

Saya berencana membeli dan melakukan sesuatu. Agar hal tersebut bisa terlaksana maka saya pun menabung. Ketika akan menabung saya memilih menabung di bank agar uangnya tidak mudah terpakai. Bank mana yang saya pilih?? Saya pun memilih bank muamalat. Dengan alasan berdasarkan syariat Islam dan untuk menjauhi unsur riba dalam kehidupan saya.

Rupiah demi rupiah saya tabung di bank tersebut. Lalu saya perhatikan hasil pint out yang ada pada buku tabungan saya. Kok bukannya bertambah bahkan berkurang dan berkurang. Hingga tabungan saya mencapai 10 juta pun masih berkurang. Ada charge biaya administrasi Rp 7.500, zakat, dan setiap ambil uang tunai ke ATM di ATM bersama kena biaya Rp 5.000 sedangkan ATM Muamalat masih sedikit dijumpai. Sedangkan Provit Saving dari tabungan yang sudah 10 juta tidak sampai 5.000. Akibatnya uang saya bukannya tambah malah berkurang.

Terakhir saya setor uang ke Bank Muamalat saya perhatikan informasi-informasi yang ada di dinding ternyata NISBAH antara penabung dan bank untuk tabungan muamalat reguler adalah 7.5% : 92.5%. Is it FAIR enough? Pantesan kalau begitu. Dan saya berencana menutup rekening di tabungan bank Muamalat.

Padahal sejak berdirinya bank syariah ini awal tahun 1990-an saya berharap banyak dengan bank syariah ini.

Pertama Syariah

Pertama Syariah

Satu pemikiran pada “Nasib Penabung di Bank

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s