SUARA RAKYAT SUARA TUHAN ?

Setelah tahun 2000an saya sering kali mendengar para politisi mengutip satu kalimat untuk melegalisasi tujuannya dengan pernyataan : Suara Rakyat Suara Tuhan.

Sampai sekarang saya belum menemukan dasar dari kutipan itu. Kalau saya tidak silap tidak pernah saya temukan satu ayat pun dalam Kitab Suci Al Quran yang berbunyi atau bermakna seperti itu, kalau dalam kitab suci lainnya saya kurang tahu. Otak saya sering memikirkan slogan tersebut. ‘Kok TUHAN mengikuti ciptaannya, iya kalau ciptaannya benar pikiran dan ucapannya, bagaimana kalau kumpulan manusia ciptaannya adalah kumpulan pembohong, kumpulan koruptor, kumpulan pezina?? Akankah Tuhan akan bersuara seperti mereka?’

Dewan Perwakilan Rakyat adalah badan perwakilan dari Rakyat. Apakah suara atau keputusan-keputusan DPR juga Firman atau Keputusan-Keputusan Tuhan? Iya kalau benar semua itu Keputusan Tuhan kenapa semua keputusan itu tidak bisa membuat Negara Kesatuan Republik Indonesia maju menjadi Negara yang Aman, Damai, Sejahtera, dan Bermartabat? Mungkinkah Tuhan yang Mampu mengatur seluruh alam semesta ini, tidak mampu mengatur NKRI yang hanya secuil kecil dari ciptaan-Nya?

Bila dalam tulisan ini ada kesan saya ragu dengan Demokrasi, memang benar adanya. Demokrasi ciptaan manusia dan manusia yang menciptakannya bukan Tuhan. Bahkan Negara yang mencetuskan Trias Politica sendiri tidak menggunakan Demokrasi sebagai system bernegaranya. Anehnya orang banyak pun banyak meragukan atau langsung bilang tidak setuju bila ada yang melontarkan gagasan untuk menjadikan Islam sebagai dasar bernegara. Yang anehnya lagi Tokoh-Tokoh Islam dan Aktivis Dakwah Islam menjadi ‘Pejuang dan Pembela Demokrasi’.

Diberita terbaru yang saya dengar dan lihat. Ada rencana kereta api listrik akan membuat gerbong khusus wanita. Banyak yang menilai ini suatu kemunduran, yang memisahkan antara Pria dan Wanita. Aturan hijab dan untuk tidak ‘ikhtilat’ (bercampur baur antara wanita dan pria bukan mahram) adalah ajaran Islam yang diyakini penganutnya sebagai aturan yang bersumber dari Allah – Sang Pencipta – yang telah pudar dan nyaris hilang. Sehingga sampai benteng terakhir Umat Islam yaitu Masjid, umat Islam tidak mau menegakkan aturan ini. Tapi Alhamdulillah aturan ini masih ada di Toilet-Toilet Umum.

Ini lah dunia yang sementara. Jika yang berkuasa memakai system pemerintahan tertentu maka akan menafikan system yang lainnya.

Suara rakyat tidak sama dengan suara Tuhan

Suara Rakyat ≠ Suara Tuhan

Tuhan tidak tergantung dengan ciptaan-Nya. Apalagi kalau diharuskan Ucapan-Nya harus mengikuti ucapan makhluk-Nya. Sewajarnyalah kalau kita yang harus mengikuti Firman-Firman-Nya.

Dunia memang sudah kebalik ya….

Iklan

Satu pemikiran pada “SUARA RAKYAT SUARA TUHAN ?

  1. Anda pantas ragu dan harus ragu, seorang ustadz kondang bilang :” Berda’wah melalui parlemen ibarat orang makan sate campur tinja” enak enggak itu? halal enggak itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s