Bapak

Bismillahir Rahmanir Rahiim.

Sebelumnya saya meminta maaf kepada sahabat saya Munawar Aziz, karena tidak sempat bertakziah pada hari wafatnya Ayahanda Beliau. Sebagai gantinya saya upload tulisan Beliau mengenang Bapak Tercinta….

Bapak

(Sebuah Tauladan dari Bapak)

“Kullu Nafsin Zaaikatul Maut”… Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Sebuah kalimat yang diucapkan ayah dalam keheningan diskusi… kami tidak pernah menyangka bahwa itu pesan terakhir dari seorang yang begitu saya kagumi. Dua hari kemudian beliau menghembuskan nafasnya untuk terakhir kali di kamarnya tanpa merepotkan dan mengganggu siapa pun pukul 04.30 WIB menjelang Adzan Subuh pada tanggal 22 July 2009 di usia 71 tahun.

Dalam keadaan lumpuh akibat 3 kali stroke dan sudah 2 kali operasi Jantung, Katarak, dan Hernia yang dialaminya selama 5 tahun, Bapak tidak pernah berputus asa, terus bersemangat menjalani hidupnya, bahkan terus berusaha berobat kesana kemari. Bapak masih berusaha jalan kaki sendiri dari kamarnya ke ruang tamu untuk makan dan menemui siapa pun yang menjenguk. Itu dia lakukan karena untuk menghormati dan menghargai tamu yang datang. Bahkan Bapak ditengah keterbatasan gerak dan penglihatannya, dia masih makan sendiri dengan kedua tangannya (tanpa di suap). Subhanallah…

Dulu saya pernah berpikir, seseorang yang sulit di masa tuanya adalah akibat masa mudanya yang tidak baik. Tetapi saya coba berpikir dan mengingat semua mengenai Bapak… Tak ada celah sedikit pun kesalahan atau cacat yang bapak lakukan pada kami anak-anak dan keluarga. Juga dimata tetangga dan teman kerjanya. Bapak begitu sempurna di mata kami.

Ingat ketika masa kecil dulu… kami tidur berjejer. Sebelum tidur Bapak selalu menceritakan kisah-kisah nabi dan rasul, masih terngiang kisah-kisah para nabi… Nabi Nuh dengan kapalnya, nabi Ibrahim dan Ka’bahnya, nabi Syu’aib dengan kesabarannya, nabi Muhammad dan penyebaran Islam… dan semua nabi lainya yang dicerikan dengan ekspresi Bapak… Sampai sekarang saya masih ingat cara beliau bercerita, gaya dan tutur katanya… hingga semua itu begitu membekas, walau sudah 30 tahun yang lalu beliau bercerita. Terima kasih Bapak…

Tak ada bagi Bapak waktu untuk bersantai, dengan beban berat keluarga yang dipikulnya, beliau harus bekerja dengan keras pagi, siang dan malam. Tak pernah Bapak duduk-duduk santai bersama keluarga sepulang kerja, atau pergi keluyuran bersama kawan-kawannya… Justeru Bapak pulang ke rumah dengan membawa mesin air jet pump yang dibelinya di pasar Loak (barang bekas) di Taman Puring – Kebayoran Lama untuk diperbaiki dan di cat kembali.

Selesai sholat, Bapak sudah mulai duduk memperbaiki mesin air jet pump yang dibelinya dalam keadaan rusak, sepanjang malam Bapak sibuk memperbaikinya, hanya berhenti saat sholat. Bahkan kalau tidak dipaksa untuk makan, bapak sering kali mengabaikannya. Hingga jam 1- 2 malam Bapak baru berhenti bekerja dan tidur. Tidak pernah Bapak tidur dibawah jam 9 malam… Itu dia lakukan untuk mengejar dan menutupi kebutuhan Rumah Tangga. Seakan ada date line untuk menyelesaikannya… karena sudah di tunggu oleh pembelinya.

Bapak benar-benar memberikan service yang luar biasa memuaskan pelanggannya, setelah selesai di perbaiki, dan di cat, tidak jarang Bapak membantu memasangnya. Bahkan Bapak juga sering diminta bantuannya untuk membuat lubang sumur tanah (pekerjaan yang penuh tantangan, membutuhkan tenaga dan energy yang luar biasa menggali 10-25 m dibawah tanah dengan pipa-pipa besi panjang). Beberapa kali saya bantu, tapi sering kali Bapak yang melarang dan minta saya belajar untuk serius dan focus pada sekolah. Masih terbayang di wajahnya yang penuh dengan peluh keringat, bahkan saya pernah melihat tangannya berdarah karena kena besi.

Semua itu dilakukan hanya untuk mencari tambahan diluar gaji yang tidak mungkin mencukupi dengan menghidupi 9 anak yang masih sekolah di kota besar Jakarta. Masya Allah… setiap tetes keringatnya, setiap hela nafasnya, bahkan darah yang mengucur benar-benar “Lillahi ta ‘ala” beribadah kepada Allah SWT untuk menghidupi keluarganya. Sungguh Allah Maha Tahu dan Maha Melihat atas semua yang dilakukannya… dan kerja keras itu yang akan menemaninya di alam kubur. Subhanallah…….. Wallahu a’lam.

Matanya rusak, operasi Katarak membuatnya tidak lebih baik. Jantungnya terganggu, bahkan 2 kali operasi pun tidak memberinya kesembuhan, operasi hernia pun harus dijalani karena sering kali jongkok dan duduk saat memperbaiki mesin air hingga tengah malam, Bahkan 3 kali stroke tidak membuatnya surut…. Semua dilakukannya hanya untuk menghidupi keluarga, hanya untuk kami anak-anaknya… Bapak, terima kasih atas semua perjuangan Bapak. Malu bagi kami bila saat ini kami bermalas-malasan… menyengsarakan anak dan istri… ma’afkan kami atas segala kekurangan dan kesalahan kami… LOVE U Bapak…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s