Mutiara Kata

Tolong Menolong

Saling menolong merupakan perbuatan terpuji
Perumpamaan dua orang saudara ibarat dua tangan yang saling membersihkan satu sama lainnya

Karakter / Kepribadian

Perjalanan hidup akan menunjukkan karakter pribadi seseorang.
Dan, tidaklah seseorang itu akan eksis (dipandang), kecuali dari bagaimana ia mengolah dirinya sendiri.
Manusia terbagi dalam empat golongan :
1. Orang yang mengerti dan mengerti bahwa ia mengerti, itulah orang pandai,maka ikutilah dia.
2. Orang yang mengerti tapi tidak mengerti bahwa ia mengerti,itulah orang yang lalai,maka peringatilah ia.
3. Orang yang tidak mengerti dan ia mengerti bahwa ia tidak mengerti,itulah orang yang sadar diri, maka ajarkanlah ia.
4. Orang yang tidak mengerti dan tidak mengerti bahwa ia tidak mengerti, itulah orang yang bodoh, maka tinggalkanlah ia.

Sesuatu yang paling disukai oleh manusia adalah yang dilarang baginya.
Manusia adalah pengikut bagi siapa yang menang.
Kebanggaan seseorang dengan kelebihan (diri)-nya, lebih utama dari pada kebanggaan seseorang dengan asal keturunannya.
Dalam wajah seseorang terdapat kesaksian dari sebuah kabar.
(Wajah seseorang dapat menunjukkan watak, perilaku, dan karakternya).
Siapa yang mencintai sesuatu, ia akan banyak mengingatnya.
Janganlah engkau (berlaku) terlalu manis maka engkau akan ditelan, dan jangan pula terlalu pahit karena akan dibuang.
Nilai seseorang itu sebesar kebaikan yang diperbuatnya.
Orang dari keturunan mulia tentu akan dermawan (sifatnya) dan berbuat sesuai dengan keturunannya.
Bahaya dari sebuah peri kemanusiaan adalah ingkar janji.
Kemerdekaan (seseorang) tetaplah sebuah kemerdekaan, walaupun ia ditimpa kesusahan/kemelaratan.
Barang siapa yang banyak kebaikannya banyak pula sahabatnya.

Waktu

Waktu itu lebih berharga dari pada emas.
Janganlah kamu menunda pekerjaanmu hingga esok, selama kamu sanggup mengerjakannya hari ini.
Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.
Akan datang setiap hari esok dengan apa yang ada di dalamnya.
Segala sesuatu yang akan datang adalah dekat.
Waktu subuh itu sangat jelas bagi orang yang mempunyai mata.
(Terbitnya fajar setelah berlalunya malam – guna menunaikan ibadah kepada Allah SWT – merupakan sesuatu yang harus dijaga oleh setiap orang yang sehat dan normal tanpa udzur).
Perputaran (masa) hal yang batil hanya sesaat saja, tetapi perputaran (masa) hal yang haq (kebenaran) adalah hingga tibanya hari kiamat.
Waktu itu bagaikan pedang, jika tidak kau potong maka ia (waktu) akan memotongmu.
Hari-hari dalam kesenangan itu pendek waktunya. (Maka, senantiasa bersiaplah menghadapi segala bentuk kesukaran).

Menjaga Lisan

Diam merupakan sebuah keputusan hukum.
Sebaik-baik perkataan adalah yang sedikit namun dapat menjadi petunjuk.
Keselamatam seseorang terletak pada penjagaan lisannya.
Siapa yang manis lisannya pasti akan banyak kawannya.
Tidak sedikit perkataan lebih tajam dari pukulan.
Tanda-tanda akal seseorang adalah perbuatannya, dan tanda-tanda ilmunya adalah perkataannya.
Jika engkau memberi nasihat hendaklah yang ringkas (tapi tegas), sebab bicara akan membuat lupa bagian-bagian (penting)-nya.
Jika sempurna akal (seseorang) akan sedikitlah bicaranya.
Tidaklah setiap yang didengar harus dibicarakan.
Siapa yang berkata-kata dengan tidak pantas, ia akan mendengar yang tidak diharapkan.
Jika perkataan (seumpama) perak,maka diam adalah emas.
Rahasiamu adalah tawananmu.Maka jika engkau membicarakannya, engkau akan menjadi tawanannya.
Tidak sedikit orang yang mencela perkataan baik, bermula dari pemahamannya yang picik.
Manusia dinilai dari dua anggota tubuhnya yang kecil : hatinya dan lidahnya.
Tidak sedikit diam itu lebih jelas dari berkata-kata.
Bahaya itu tergantung pada pembicaraan mulut.
Mencaci maki adalah perbuatan cela.
Berdusta merupakan tanda-tanda kemunafikan.
Bencananya sebuah pembicaraan adalah kebohongan.
Tergelincirnya kaki lebih selamat dari pada tergelincirnya lisan/lidah.
Mengutamakan pekerjaan dari pada pembicaraan merupakan sebuah kemuliaan.
Penyesalan dengan diam lebih baik dari pada penyesalan dengan berkata-kata.
Lemah lembutnya perkataan merupakan ikatan hati.
Lisan seseorang merupakan bagian dari penghambaan hatinya.
Tidak jarang sebuah kalimat bisa menyebabkan hilangnya kenikmatan.
Pangkal dosa adalah dusta.
Perkataan itu bisa menembus apa yang tidak dapat ditembus oleh jarum.
Diam itu saudaranya ridha (kerelaan).
Setiap tempat ada perkataannya dan setiap perkataan ada tempatnya. (maksudnya: Berbicaralah pada tempatnya).

Sabar

Kesabaran dapat menolong setiap pekerjaan.
Siapa yang bersabar pasti beruntung.
Sabar adalah tipu muslihat bagi orang yang tidak memiliki tipu muslihat.
Siapa yang bercita-cita akan mencapai apa cita-citakan.
Tidak jarang nafsu sesaat dapat mewariskan kesedihan yang berkepanjangan.

Persahabatan / Persaudaraan

Sebaik-baiknya teman adalah orang yang dapat menunjukkan kepada kebaikan.
Dan, pergaulilah manusia dengan apa yang mereka senangi selamanya.
Sebaik-baiknya teman duduk di setiap saat adalah buku.
Teman (sejati)-mu adalah orang yang membuatmu menangis, bukan yang membuatmu tertawa.
Orang yang berbahagia adalah yang dinasihati oleh orang lain.
Katakanlah padaku siapa teman pergaulanmu, maka aku akan katakan pada mu siapa dirimu.
Tidak sedikit saudara yang tidak dilahirkan oleh ibumu.
Carilah teman sebelum berjalan, dan tetangga sebelum berumah tinggal.
Tidak berhak untuk dilahirkan (ke muka bumi) orang yang hidup hanya untuk dirinya saja.
Pendapat dua orang lebih baik dari pendapat satu orang. Dan pendapat tiga orang tidak mungkin meleset.
Janganlah engkau musuhi orang yang jika berbicara ia melakukannya.
Bila engkau ingin ditaati, maka perintahlah apa yang bisa dikerjakan.
Saudaramu (yang sejati) adalah dia yang memberimu ketauladanan yang baik.
Saudaramu (yang sejati) adalah dia yang jujur padamu.
Perselisihan merupakan penyebab perpecahan.
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Kadang-kadang tersiksanya tetangga disebabkan dosa tetangga lainnya.
Beramah tamah merupakan sebuah sunnah (tradisi baik).
Siapa yang tidak menginginkanmu, janganlah engkau menginginkannya.
Pergaulilah orang-orang yang jujur dan yang selalu menepati janji.
Berkunjunglah kadang-kadang saja, maka kecintaan itu akan bertambah.
Tidaklah masyarakat akan melihat kepadamu kecuali apa yang nampak darimu.
Tidaklah akan menyesal orang yang bermusyawarah.
Seseorang adalah cermin bagi saudaranya.
Persatuan adalah dasar dari keberhasilan.
Barangsiapa yang menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu.
Janganlah engkau bersikap lemah, karena bisa diperas. Dan janganlah bersikap keras, karena engkau bisa dihancurkan.
Kecantikan seorang teman tampak pada waktu kesempitan.
Persaudarailah kawan dan minyakilah lawan
(Akrabilah kawan seperjuangan dan sependirian. Dan tetaplah berbuat baik, dengan menunjukkan keluhuran budi serta kejujuran,kepada para musuh.Dengan demikian lawan mungkin akan berbalik menjadi kawan).
Saudaramu adalah orang yang menolongmu dengan apa yang dimilikinya, bukan yang menunjuk-nunjukkan bahwa ia senasab denganmu.
Saudara dalam pertempuran adalah orang yang berjuang bersamamu.
Hak saudaramu atas dirimu adalah sama dengan hakmu atas dirinya.
Tidak akan dapat dua pedang dikumpulkan dalam sebuah rangka.
Tidak akan dapat dikumpulkan antara musang dengan burung Unta.
(kiasan terhadap tidak mungkinnya dipersatukan dua orang atau kelompok yang saling berbeda paham).
Barangsiapa yang mencari teman tanpa cacat ia tak akan menemuinya.
Lindungilah sahabatmu sekalipun dalam kebakaran.

Rendah Hati

Wahai Tuhanku, hamba tak pantas menjadi penghuni surga (Firdaus)
Namun, hamba pun tak sanggup menjadi penghuni neraka (jahim).
Terimalah taubat hamba dan ampunilah dosa-dosa hamba.
Sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun atas segala dosa yang hamba perbuat.
Dosa-dosa hamba bagaikan tumpukan pasir.
Terimalah taubat hamba, wahai yang Maha Mulia.
Sementara umur hamba kian hari kian berkurang.
Dan dosa hamba makin bertambah, bagaimana mungkin hamba mampu memikulnya.
Wahai Tuhanku, hamba-Mu yang penuh dengan dosa ini,
Kini menghadap-Mu memohon ampunan.
Jika engkau mengampuni, pantaslah karena Engkau Maha Pengampun.
Namun, jika engkau menolak permohonan hamba, kepada siapa hamba berharap selain Engkau.
Rendah hati itu adalah sifat yang baik.
Mahkota kemanusiaan adalah (sikap) rendah hati.
Bekerja dan Bersungguh – sungguh
Bekerja itu bermanfaat.
Siapa yang berupaya sungguh-sungguh pasti dia mendapatkan (apa yang diupayakan).
Tidak ada suatu kenikmatan (yang diperoleh) kecuali sudah bersusah-payah (sebelumnya).
Bersungguh-sungguhlah, jangan malas, dan jangan lelah (lalai), karena penyesalan akan datang pada orang-orang yang malas.
Siapa yang menanam pasti akan mengetam/menuai.
Berpikirlah sebelum engkau bertindak.
Berkata Sayidina Umar bin Al-Khattab:Janganlah kalian hanya duduk-duduk (bertopeng dagu) dalam mencari rizki, lantas berdoa Ya Allah, berilah aku rizki. Padahal kalian tahu, sesungguhnya langit tidak akan menurunkan hujan berupa emas maupun perak.
Siapa yang menanam duri tidak akan menuai anggur.
Jika jelas keinginan yang dituju akan terang pula jalan yang ditempuh.
Siapa yang menuntut sesuatu pasti akan mendapatkannya, baik seluruhnya atau hanya sebagiannya saja.
Bagi setiap orang yang rajin (bersungguh-sungguh) ada bagian yang akan diperolehnya.
Apa yang tidak tercapai seluruhnya, jangan ditinggal semuanya.
Tidaklah tercapai kemuliaan kecuali setelah menempuh beberapa ujian.
Ambillah sesuatu yang anda mampu mengerjakannya.
Kesungguhanmu niscaya akan menjaga kenikmatanmu.
(Orang yang tekun dan bersungguh-sungguh pasti akan menikmati hasil ketekunan dan kesungguhannya).
Menghargai (pekerjaan orang lain) adalah bagian dari pekerjaan (itu sendiri).
(Jika) pekerjaan berbentuk tubuh, maka ruhnya adalah keikhlasan.
Berbuatlah sekehendakmu, karena sesungguhnya engkau akan mendapat hasil darinya (hasil perbuatanmu).
Siapa yang tidak mengalami kesukaran, ia tidak akan mendapatkan cita-cita.
Dalam ujianlah seseorang akan dihormati atau (bahkan) dicela.
Pekerjaan itu membuat yang sukar menjadi mudah.
Mengatur (me-manage) pekerjaan berarti meringankan separuh waktu.
Setiap perbuatan pasti akan mendapat balasan, dan setiap pembicaraan pasti ada sahutannya.
Jika engkau tidak bisa (sanggup) mengerjakan sesuatu, maka tinggalkanlah, dan beralih kepada sesuatu yang engkau sanggup mengerjakannya.
Bersungguh-sungguh (bekerja) untuk orang lain, maka ia akan bersungguh-sungguh pula (bekerja) untukmu.
Siapa yang bertanah tandus tentu ia akan mencari rumput.
(Daerah yang gersang dan minim sumber daya alamnya, biasanya akan menghasilkan penduduk yang rajin mencari penghasilan di daerah lain. Ini juga sebagai kiasan, bahwa seseorang yang berasal dari keluarga dengan derajat rendah biasanya akan berusaha – dengan gigih – untuk meningkatkan derajatnya).
Setiap pekerjaan itu harus dengan penyelesaian (diselesaikan hingga tuntas).

Ilmu dan Belajar

Bencana ilmu adalah lupa.
Coba dan perhatikanlah, niscaya kamu akan menjadi orang yang faham.
Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu.
Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah.
Semua wadah akan menyempit (penuh) jika diisi di dalamnya, kecuali wadah ilmu.Sesungguhnya ia (justru) akan semakin meluas.
Membaca adalah guru yang alim pandai dengan semua ilmu.
Jikalau tidak karena ilmu niscayalah manusia akan seperti hewan.
Dua perkara yang tidak akan membuat seseorang merasa puas : Mencari ilmu dan mencari harta.
Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah setelah besar.
Belajarlah, karena tak ada seorang pun yang dilahirkan dalm keadaan pandai, dan tidaklah orang yang berilmu itu sama seperti orang yang jahil/bodoh.
Ilmu jauh lebih baik dari harta. Karena, ilmu akan menjagamu, sedangkan harta engkaulah yang menjadi penjaganya.
Bertanya merupakan setengah dari ilmu pengetahuan.
Jikalau tidak karena seorang pendidik, niscaya aku tak akan mengenal Tuhanku.
Tuntutlah ilmu semenjak dari buaian hingga ke liang lahat.
Tuntutlah ilmu walaupun (hingga) di negeri Cina.
(Kalimat hikmah ini diambil dari salah satu hadits Rasulullah SAW, yang menggambarkan bagaimana jauhnya dan tertutupnya ‘negeri tembok besar’ tersebut saat itu, namun tetap ada sesuatu – berupa ilmu pengetahuan – yang bisa kita ambil darinya).
Kebodohan itu ibarat kendaraan. Siapa yang menaikinya pasti hina dan siapa yang mengawaninya pasti tersesat.
Kebodohan itu seburuk-buruknya teman.
Apabila seorang alim tergelincir akan tergelincir pulalah alam karenanya.
(Tergelincir seorang alim, misalnya dengan memfatwakan sesuatu yang salah, maka akan menyebabkan tergelincir pula orang yang mendengarkan dan mengikuti fatwanya tersebut).
Para penguasa ilmu tidak akan pernah sirna.
Wahai saudaraku, engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam perkara, yang akan kukabarkan berikut perinciannya dengan jelas : Yaitu kesungguhan, harta benda (bekal), bergaul dengan guru, serta waktu yang panjang.

Nasihat bagi para penuntut ilmu

Seorang alim adalah orang yang besar walaupun ia muda usia
Dan, seorang bodoh adalah orang yang kerdil walaupun ia telah beranjak tua
Belajarlah, sebab tak ada seorang pun yang dilahirkan sebagai seorang alim
Sebab,tak sama sang empunya ilmu dengan orang yang bodoh
Sesungguhnya, biarpun tinggi jabatan seseorang
Jika tak ada ilmu, kerdillah ia dipandang oleh manusia lain, dalam setiap kesempatan.

Kejujuran

Siapa yang sedikit kejujurannya akan sedikit pula temannya.
Ajarilah putramu kejujuran, dan kejujuran (pasti) akan mengajarnya segala hal.
Janji itu adalah hutang.
Siapa yang jujur, ia akan selamat.

Kesadaran

Seseorang hamba harus dipukul dengan tongkat (untuk giat bekerja), sedangkan orang yang merdeka cukuplah ia dengan isyarat.
Binasalah seseorang yang tidak tahu ukuran (siapa) dirinya.
Siapa yang tahu jauhnya perjalanan (yang akan ditempuh), ia pasti akan bersiap-siap.
Percaya kepada diri sendiri merupakan dasar dari keberhasilan

Akhlaq Terpuji / Adab

Siapa yang berjalan di atas jalur yang benar pasti akan sampai.
Siapa yang berjalan di atas jalan rata pasti selamat dari tergelincir.
(Bila dalam pekerjaannya orang berlaku jujur dan sewajarnya, pastilah ia akan selamat dari malapetaka)
Perbaikilah dirimu niscaya orang lain akan berbuat baik padamu
Segala sesuatu jika semakin banyak (jumlahnya) akan murah harganya, kecuali adab (budi pekerti).
Tidaklah sebuah kecantikan itu disebabkan oleh pakaian yang menghias kita, tetapi, sesungguhnya, kecantikan itu (lebih disebabkan) oleh ilmu dan budi pekerti.
Kemuliaan itu (dipandang) karena budi pekerti, bukan karena keturunan.
Tidaklah disebut yatim orang yang telah ditinggal mati oleh orang tuanya. Tetapi, yatim sesungguhnya, adalah orang yang yatim (kehilangan) ilmu dan budi pekerti.
Budi pekerti seseorang jauh lebih baik dari emas yang dimilikinya.
Janganlah engkau menghina mereka yang miskin, tapi (justru) jadilah engkau penolong bagi mereka.
Bukanlah hari raya (ditujukan) bagi orang yang mengenakan pakaian baru, tetapi sesungguhnya hari raya itu (ditujukan) bagi orang yang ketaatannya (kepada Allah SWT dan rasul-Nya) semakin bertambah.
Belas kasih terhadap orang yang lemah merupakan bagian dari akhlaq mulia.
Jadilah orang yang lemah lembut apabila ditimpa kemalangan, dan bersabarlah apabila datang kepadamu suatu bencana.
Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik budi pekertinya.
Tinggalkanlah keburukan niscaya ia (keburukan itu) akan meninggalkanmu.
Siapa yang meninggalkan hawa nafsu (syahwat) berarti ia telah hidup merdeka.
Tegak bangsa karena budi, hilang budi runtuhlah bangsa.
Makanlah apa yang engkau sukai, tetapi berpakaianlah apa yang disukai oleh orang.
Memaafkan adalah suatu shadaqah.
Takut pada kejahatan merupakan (termasuk) upaya mencari kebaikan.
Jangan kau hina orang yang lebih rendah darimu, sebab setiap sesuatu pasti memiliki kelebihan juga.
Makan disertai pujian lebih baik dari pada makan disertai diam.
(Mengucapkan pujian dan terima kasih pada orang yang telah berbuat baik merupakan sebuah keharusan bagi setiap manusia).
Budi pekerti mulia adalah harta, dan menggunakannya merupakan kesempurnaannya.
Siapa yang baik prasangkanya, akan baik pulalah hidupnya.
Kebaikan akan abadi biarpun panjang zaman melewatinya (sepanjang masa).
Meninggalkan sesuatu yang merusak lebih utama dari pada mencari kenikmatan.
Katakanlah kebenaran itu walaupun pahit (rasanya).
Koreksi (diri) adalah sabun (pembersih) hati.
Seseorang yang bertaubat dari suatu dosa adalah seperti orang yang tidak memiliki dosa.
Teguh hati itu adalah menjaga sesuatu yang diserahkan, dan meninggalkan sesuatu yang telah dicukupkan (baginya).
(Menjaga yang diserahkan yaitu tidak melalaikan kewajiban yang sudah ditugaskan. Sedangkan meninggalkan yang dicukupi yaitu tidak perlu ikut mengurusi sesuatu yang bukan menjadi tanggung jawabnya, atau sesuatu yang tidak penting baginya).
Cukuplah bagimu dari sebuah kejahatan mendengarkannya saja.
Siapa yang baik hatinya akan baik pula keadaan lahirnya.

Satu pemikiran pada “Mutiara Kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s