Suharto Menjelang Ajal

Akhir-akhir ini di awal tahun 2008, pemberitaan mass media tanah air dipenuhi oleh berita tentang sakitnya Sang Penguasa Orde Baru. Beliau sakit dan banyak polemik yang dilontarkan oleh para tokoh bangsa mengenai nasib Pak Harto. Ada yang minta supaya Suharto dimaafkan, ada yang tidak mau memaafkan, ada pula yang meminta memaafkan dan proses hukumnya tetap berlanjut.

Saya sih bukan termasuk orang yang didzolimi secara langsung ketika Suharto berkuasa, tapi saya merasa kasihan kepada Beliau. Cukuplah ambil pelajaran dari perjalanan hidup Beliau, bahwa manusia tidak patut sombong, sekuat apapun manusia pasti dia akan mati bertemu dengan Allah dan akan mempertanggungjawabkan semua yang telah ia perbuat dimuka bumi ini.

Kalau kita maksiat kepada Allah, maka kita tinggal bertaubat dengan sungguh-sungguh dan berniat untuk tidak mengulangi maksiat tersebut dan memperbanyak amal shalih, Insya Allah taubat kita akan diterima. Yang bahaya kalau kita berbuat DZALIM kepada makhluk Allah, maka kita harus menerima qishas (balas) atas kedzaliman yang kita buat kepada orang tersebut baru taubat kita diterima oleh Allah, semakin banyak orang yang kita dzalimi semakin susah kita bertaubat.

Saya teringat dengan kisah firaun (walau suharta tidak sama dengan firaun) diakhir hayatnya ia pun beriman dengan Allah, namun imannya tidak diterima oleh Allah karena imannya -taubatnya- ketika nafas telah sampai dikerongkongan. Seandainya firaun beriman, bagaimana ia akan menebus semua kedzalimannya ketika ia berkuasa????

Orang yang merugi dari kalangan umat Rasulullah adalah seseorang yang membawa begitu banyak amal shalih namun begitu banyak makhluk Allah yang telah didzaliminya, mereka akan datang menuntut balas, sehingga Allah mengambil amal shalihnya dan memberikannya kepada orang yang telah didzaliminya. Kita amal shalihnya telah habis masih banyak orang yang datang menuntut balas, sehinggal Allah mengambil dosa orang yang telah didzaliminya dan dibebankan kepada orang tersebut….. Aduh sedihnya……

Amal ini masih sedikit, minimal kita menjaga agar orang lain terselamat dari perkataan dan perbuatan kita.

Seandainya saya boleh memberi saran, saya saranan kepada Pak Harto bila masih kuat atau anaknya untuk mengumumkan kepada seluruh rakyat indonesia bahwa dia minta maaf, dan bersedia diqishas apabila ada orang yang pernah disakitinya selama dia hidup, balasan di dunia ini tidak ada bandingnya bila dibandingkan dengan adzab Allah di akhirat. Tidak masalah kalau harus habiskan semua harta asal kita dapat menemui Allah dalam keadaan bersih dan Dia ridho kepada kita

Iklan

3 pemikiran pada “Suharto Menjelang Ajal

  1. assalaamualaikum
    dan kita juga yg ditinggalkan
    semestinya meng-ihlaskan
    seandainya ada ganjalan selama beliau hidup di dunia.
    semoga Allah meringan kan hisab buat bapak kita soeharto, amien….

  2. Assalamu’alaikum
    Tak ada yang tak pernah berbuat salah; dan tak berbuat sesuatu pun terkadang penyebab kesalahan. Semoga akhir itu lebih baik dari awalnya, karena benarlah firman Walal akhiratu khirullaka minal uula. Husnul khotimah sentiasa kita pohonkan. Amin. Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s